siklus hidup

July 20th, 2007 by a-satari

Lucu yach…siklus hidup yang kujalani pada sekarang ini kurasakan berjalan begitu cepatnya…saya sendiri bahkan tidak mempercayainya kalo tidak mengalaminya sendiri….

Satu fase kehidupan baru telah kulalui dan kini fase kehidupan berikutnya kini berada tepat didepanku,belum habis kebahagiaan yang saya rasakan,karena telah kini telah kutemukan pasangan jiwaku untuk selamanya (amieennnn…),kini Allah SWT,Tuhan penguasa alam semesta,memberikan kami kepercayaan untuk mengemban amanatNya  berupa buah cinta kami berdua yang kini telah bersemayam dalam rahimnya…

semoga kebahagiaan ini akan senantiasa mengalir untuk kami….

walau kami tahu dengan kondisi kami berdua yang kini terpisah jauh,sangat rentan dengan begitu banyak masalah dan perbedaan diantara kami berdua,namun cinta dan kepercayaan kami akan senantiasa menuntun kami untuk belajar menjadi lebih baik dan lebih baik lagi…

terima kasih teman-teman…atas doa dan dukungannya selama ini…kami masih membutuhkan dan masih terus membutuhkan kalian disisi kami berdua….

Nostalgila Masa Kuliah

October 19th, 2006 by a-satari

Kalo saya ingat lagi dulu ketika masa-masa kuliah,saya sering berfikir bahwa yang saya lakukan dalam hidupku adalah seperti memasuki sebuah terowongan yang panjang,dimana didalamnya gelap gulita,dengan mengendap dan meraba raba pada dinding terowongan mencoba untuk keluar dari kegelapan tersebut,yang namanya jatuh dan tersungkur mungkin sudah tak terhitung banyaknya,bahkan saya sempat terduduk dan merasa tidak mampu meneruskan perjalanan.namun entah mengapa saya merasa yakin bahwa diujung terowongan akan saya dapatkan cahaya yang terang benderang,kadangkala saya melihat cahaya tersebut nampak kecil sekali hanya berupa titik dikejauhan,sehingga meyakinkan saya bahwa apa yang akan saya tuju akan segera tercapai dan pengorbanan ini menjadi tidaklah sia-sia,namun terkadang saya tidak melihat kerlipan cahaya tidak nampak sekali.pada saat itu saya yakin sekali ketika saya dapat menyelesaikan kuliah,maka saya akan mendapatkan ujung terowongan tersebut,dan dapat menikmati indahnya siraman cahaya tersebut.karena saya merasa bahwa belajar dan menuntut ilmu itu adalah suatu proses yang sangat panjang,dimana kalau kita mampu menjalaninya maka yakinlah akan ada yang kita dapatkan pada akhirnya…proses yang saya alami tersebut cukup panjang,maklumlah saya menyelesaikan perkuliahan saya justru pada saat akhir saya akan ditendang dari kampus,dengan berbagai macam perjuangan yang harus saya lakukan,kalau sekarang saya ingat kembali,lucu sekali harapan yang saya inginkan,memang sedikit materialistis,namun itulah realitanya,dan ternyata memang seperti itulah kehidupan,dari suatu segment yang telah kita raih,kita akan memasuki segment baru untuk mencapai tujuan yang baru,yach,dengan kata sederhana mungkin bisa dibilang kita akan memasuki terowongan - terowongan lainnya,dan berjuang serta survive lagi untuk mencapai ujungnya,sampai nanti diantara kita akan mencapai suatu terowongan yang hakiki.yang tidak semua orang akan bisa mencapainya,jadi teman-teman selamat berjuang,semoga apa yang diharapkannya akan segera terwujud,karena pada dasarnya kita masih berada dalam terowongan yang gelap tersebut yang entah apa yang ada diujung sana….

Kuala kencana,20 September 2006

Selamat Hari raya Idul Fitri 1427 H

"MOHON MAAF LAHIR BATHIN"

saya binatang,kalo anda…????

October 10th, 2006 by a-satari

setiap manusia…diciptakan sama,tidak pandang dia itu hitam,putih,tinggi ataupun pendek,serta cantik ataupun jelek…kesemuanya itu relatif tergantung dari sisi mana kita memandangnya,yang membedakan kita hanyalah hasil perbuatan yang kita lakukan,engga perlu jauh-jauh kita berfikir tentang kehidupan setelah mati,dimana katanya disitulah kita bisa melihat siapa yang lebih istimewa dibandingkan lainnya…cukup dimayapada ini,segala hasil perbuatan kita merupakan rangkaian sebab akibat yang akan terus mempengaruhi kehidupan kita selanjutnya….anda mau jadi apa atau ingin berbuat apa besok hari,semuanya tergantung dari apa yang anda kerjakan hari ini,kalo anda melakukan suatu kebenaran hari ini pasti anda akan menjadi seorang pahlawan esok harinya…namun berdiri tegak untuk memperjuangkan kebenaran yang kita anggap paling benar,ternyata susah….sesuatu yang kita anggap benar dan dibutuhkan oleh orang banyak,selalu saja disalah artikan yang negatif oleh orang lain,nach…susahnya itu adalah meyakinkan orang lain bahwa perbuatan kita yang dianggap salah itu adalah sesuatu yang benar….kenapa bisa…karena manusia itu yang paling besar adalah EGO….siapa sich diantara kita semua,termasuk saya yang mau dikalahkan oleh orang lain….itulah sifat binatang dari manusia….sifat yang memang dimiliki oleh kita,karena pada dasarnya kita adalah BINATANG…jadi…jangan berharap jadi pahlawan besok,bisa jadi anda malah akan menjadi seorang pecundang…

banyak orang bilang…saya terlalu memandang hidup ini terlalu pesimistis,skeprtis,dan istilah tis-tis lainnya….apakah salah menurut anda…????menurut saya tidak,bila anda diberikan sebuah opsi dimana anda akan lebih memilih mana,berharap terlalu besar terhadap sesuatu didalam angan-angan namun kenyataannya anda terjerambab,atau sebaliknya…????saya akan memilih option yang kedua,karena hal itu menurut saya bukan untuk demotivasi,tapi hanya mengingatkan saya untuk senantiasa bersikap lebih hati-hati,jangan terlalu berharap berlebihan,yach karena segala sesuatu yang telah menjadi sebab akibat,menjadi keluar dari alurnya,mana ada orang yang membela kebenaran disebut sebagai penjahat….???yach itulah,karena sisi kebinatangan kita,saya cuma berharap dengan bersikap seperti ini maka sisi kebinatangan saya kan menjadi sedikit berkurang,bukan hilang….saya cuma bisa berharap semoga saya dapat menjadi binatang yang lebih mementingkan hati,dibandingkan logika….atau sekalian aja dech…menjadi yang paling besar EGOnya diantara semua binatang…

kebenaran yang benar…???adakah….???

September 26th, 2006 by a-satari

apa beda antara lapar dan kenyang….???apa juga beda antara benci dan cinta,nach ini yang lebih parah lagi…apa beda antara surga ma neraka….?????semua orang pasti punya jawaban masing-masing yang menurutnya paling benar…tapi itu menurut dia…apakah menurut orang lain juga benar….??????memang betul dalam bermasyarakat ada yang disebut sebagai pendapat umum,tapikan pendapat sekerumun orang belum tentu benar dibandingkan pendapat satu orang…????tapi itulah yang terjadi…kata orang itu DEMOKRASI….!!!!jadi walaupun salah tapi kalau pendapat bersama jadi bener……??????? KASUS ITU NAMANYA…..!!!!!

setiap manusia diciptakan dengan pikiran yang berbeda-beda,kemauan yang berbeda-beda pula…namun diberikan satu tujuan….mencari ridho-Nya,sekarang tinggal dari kita menentukkan cara yang terbaik untuk mendapatkannya..kalo seandainya dia mencuri untuk menafkahi keluarga,saya pikir itu salah satu cara untuk mencari ridhonya,dan artinya orang-orang yang mukulin pencuri pasti salah dibandingkan seorang pencuri yang dipukuli…..

kebenaran untuk mencari ridha-Nya engga perlu dilakukan dengan memaksakan kehendaknya kepada orang lain,mencari ridha-Nya itu,pada setiap orang memiliki jalannya sendiri-sendiri,tidak ada kebenaran yang mutlak didunia ini,yang ada hanyalah kebenaran yang dipaksakan oleh orang lain agar kita ikut membenarkan kebenaran tersebut…..

urusan benar membenarkan ini bukan ada ditangan para Hakim,bukan juga ditangan para orang-orang tua,ataupun ditangan para penjahat terkejam sekalipun…

kebenaran itu ada dalam hati….yakinlah bahwa hati tidak akan pernah mendustakan kebenaran tersebut,meski senantiasa selalu berada dalam kubangan kesesatan,alangkah berbahagianya seandainya orang -orang disekitar kita dapat mengetahui kebenaran itu dengan menggunakan hatinya…bukan dengan logikanya…yakinlah yang namanya demokrasi pasti akan terjadi dengan sebenar-benarnya demokrasi

mimpi dalam mimpi

September 19th, 2006 by a-satari

Apa sich bedanya mimpi sama kenyataan…????he…he…he….bahaya nich,sekarang saya engga bisa ngebedain antara mimpi dan kenyataan,malah jangan-jangan sekarang malah saya lagi bermimpi….atau pada dasarnya kita memang semua berada dalam alam mimpi….?????

kalo saya inget lagi film matrix yang pertama itu,jujur saja,saya kadang berfikir kalo hidup yang saya jalani ini sebenarnya adalah mimpi,saya tidak hidup dijaman sekarang ini,melainkan jauh melebihi jaman sekarang,saya membayangkan diri saya sekarang sedang berada didepan komputer dan mengetikkan sesuatu sementara kondisi aktualnya saya berada didalam suatu kubah kecil dimana banyak kabel-kebel yang menempel disekujur tubuh…

setiap keinginan kita dalam dunia mimpi akan mudah terwujud,hanya berbekal keyakinan dan percaya,kita pasti bisa mewujudkannya,begitu juga didunia nyata

hidup itu bagai mimpi…kata orang begitu,buktinya banyak yang orang dulu bilang mustahil dilakukan tapi ternyata sudah kita gunakan….banyak ide-ide lahir dari impian,yang kadang diremehkan oleh orang lain…tapi justru orang yang diremehkan itu yang berhasil menggapai mimpinya….

sebenarnya segala sesuatu yang kita inginkan kalo kita yakin dan percaya pasti kita bisa mewujudkannya,tapi kalo betul-betul ini adalah mimpi…..apa mungkin orang bermimpi ketika dirinya sedang bermimpi…?????

tauk ahhhh gelap…pusing kepalaku…lebih baik tidur ahhhhh

aneh tapi nyata….

September 7th, 2006 by a-satari

engga tau kenapa…

sudah beberapa hari ini,saya jadi orang yang penakut banget…..seakan-akan hal itu selalu menghantui saya setiap harinya…kalo dateng malem….ketakutan itu berkembang menjadi begitu besarnya….tau nggak apa ketakutanku itu….???selama beberapa hari ini saya selaku ditakutkan sama yang namanya KEMATIAN…hiiiii menakutkan toch….

saya selalu berfikir,semua rasa sakit yang kita rasakan didunia ini,masih kita bisa tahan,buktinya kita pada akhirnya akan sembuh dari hal tersebut,tapi pernah engga ada orang yang sembuh dari rasa sakit kematian…..???? belum pernah toch….karena pada akhirnya semua mati…

masalahnya bukan terletak pada itu saja,setelah melihat beberapa jenis kematian,kenapa setiap orang harus mengalami jenis kematian yang berbeda…ada yang mati karena sakit,ada yang mati karena ketembak,ada yang mati gantung diri,ada juga yang mati karena kena hukuman mati,tapi yang pasti rasanya pasti sama…sama sakitnya…

beberapa kali saya mencoba untuk dapat merasakan kematian,tapi…ternyata saya belum siap tinggalkan dunia ini,saya belum punya cukup bekal yang saya bisa bawa entah kealam berikutnya…saya belum juga siap untuk tinggalkan orang tuaku,teman-temanku,dan kekasihku tercinta…

tetapi…kalo seandainya setelah saya menulis ini kemudian Tuhan memanggilku….tapi menurutku….siap tidak siap yach saya harus penuhi panggilannya,jadi sebenarnya bukan masalah kesiapan dong kalo gitu,tapi apa yach kira-kira….

tapi logikanya…kematian sama dengan ketiadaan,kita semua berasal dari sesuatu yang tadinya tidak ada,kemudian meng ada,kemudian tidak ada lagi,jadi kenapa kita mesti takut menjadi tidak ada,karena pada dasarnya juga kita memang tidak ada toch…

mungkin karena kita terlalu suka dan mencintai menjadi ada yang sebentar itu,kemudian kita ketakutan meninggalkannya…???saya yakin juga dulu pada waktu kita tidak ada,pasti kita juga takut untuk menjadi ada…

jadi ngapain mesti takut menjadi tidak ada….

kalo gitu…apakah anda bisa meyakinkan saya untuk tidak menjadi takut ketika saya menjadi tidak ada…????

welcome back to the jungle……

February 15th, 2006 by a-satari

finnally….
setelah beberapa saat dalam ketidakpastian…terombang ambing dibelantara jakarta,akhirnya didapat suatu keputusan….
saya harus kembali lagi kehabitatku…..
diujung timur indonesia……..
entahlah apakah saya harus bahagia karena pada akhirnya saya kembali lagi kelingkungan yang saya impi-impikan selama ini…
ataukah saya harus bersedih meninggalkan belantara jakarta……
suka atau tidak suka……
marah ataupun senang….
saya harus menjalaninya…..
karena jalan hidup inilah yang telah saya tempuh dan pilih…..
temans……
mohon maaf kalo selama saya dijakarta ada terbersit kata yang melukai hati ataupun ucapan saya yang menggores duka….
sampai juga lagi teman-teman
I love you all…
and…i’ll miss u…..

Agus Satari

this for you…(our dream…)

January 28th, 2006 by a-satari

Ketika melihat pasangan yang baru menikah,

saya suka tersenyum.

Bukan apa-apa, saya hanya ikut merasakan kebahagiaan

yang berbinar spontan dari wajah-wajah syahdu mereka.

Tangan yang saling berkaitan ketika berjalan,

tatapan-tatapan penuh makna, bahkan sirat keengganan

saat hendak berpisah.

Seorang sahabat
yang tadinya mahal tersenyum, setelah menikah
senyumnya selalu saja mengembang. Ketika saya
tanyakan mengapa, singkat dia berujar "Menikahlah!
Nanti juga tahu sendiri". Aih…

Menikah adalah sunnah terbaik dari sunnah yang baik,
itu yang saya baca dalam sebuah buku pernikahan.
Jadi ketika seseorang menikah, sungguh ia telah
menjalankan sebuah sunnah yang di sukai Nabi. Dalam
buku tersebut dikatakan bahwa Allah hanya menyebut
nabi-nabi yang menikah dalam kitab-Nya. Hal ini
menunjukkan betapa Allah menunjukkan keutamaan
pernikahan. Dalam firmannya, "Dan diantara
tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan
untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya
kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia
menjadikan rasa kasih sayang diantaramu.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
terdapat tanda-tanda bagi kalian yang berfikir."
(QS. Ar-Rum: 21).

Menikah itu Subhanallah indah, kata Almarhum ayah
saya dan hanya bisa dirasakan oleh yang sudah
menjalaninya. Ketika sudah menikah, semuanya menjadi
begitu jelas, alur ibadah suami dan istri. Beliau
mengibaratkan ketika seseorang baru menikah dunia
menjadi terang benderang, saat itu kicauan burung
terdengar begitu merdu. Sepoi angin dimaknai begitu
dalam, makanan yang terhidang selalu saja disantap
lezat. Mendung di langit bukan masalah besar. Seolah
dunia milik mereka saja, mengapa? karena semuanya
dinikmati berdua. Hidup seperti seolah baru dimulai,
sejarah keluarga baru saja disusun.

Namun sayang tambahnya, semua itu lambat laun
menguap ke angkasa membumbung atau raib ditelan
dalamnya bumi. Entahlah saat itu cinta mereka
berpendar ke mana. Seiring detik yang berloncatan,
seolah cinta mereka juga. Banyak dari pasangan yang
akhirnya tidak sampai ke tujuan, tak terhitung
pasangan yang terburai kehilangan pegangan,
selanjutnya perahu mereka karam sebelum sempat
berlabuh di tepian. Bercerai, sebuah amalan yang
diperbolehkan tapi sangat dibenci Allah.

Ketika Allah menjalinkan perasaan cinta diantara
suami istri, sungguh itu adalah anugerah bertubi
yang harus disyukuri. Karena cinta istri kepada
suami berbuah ketaatan untuk selalu menjaga
kehormatan diri dan keluarga. Dan cinta suami kepada
istri menetaskan keinginan melindungi dan
membimbingnya sepenuh hati. Lanjutnya kemudian.

Saya jadi ingat, saat itu seorang istri memarahi
suaminya habis-habisan, saya yang berada di sana
merasa iba melihat sang suami yang terdiam. Padahal
ia baru saja pulang kantor, peluh masih membasah,
kesegaran pada saat pergi sama sekali tidak nampak,
kelelahan begitu lekat di wajah. Hanya karena
masalah kecil, emosi istri meledak begitu hebat.
Saya kira akan terjadi "perang" hingga bermaksud
mengajak anak-anak main di belakang. Tapi ternyata
di luar dugaan, suami malah mendaratkan sun sayang
penuh mesra di kening sang istri. Istrinya yang
sedang berapi-api pun padam, senyum malu-malunya
mengembang kemudian dan merdu uaranya bertutur
"Maafkan Mama ya Pa..". Gegas ia raih tangan suami
dan mendekatkannya juga ke kening, rutinitasnya
setiap kali suaminya datang.

Jauh setelah kejadian itu, saya bertanya pada sang
suami kenapa ia berbuat demikian. "Saya
mencintainya, karena ia istri yang dianugerahkan
Allah, karena ia ibu dari anak-anak. Yah karena saya
mencintainya" demikian jawabannya.

Ibn Qayyim Al-Jauziah seorang ulama besar,
menyebutkan bahwa cinta mempunyai tanda-tanda.
Pertama, ketika mereka saling mencintai maka sekali
saja mereka tidak akan pernah saling mengkhianati,
Mereka akan saling setia senantiasa, memberikan
semua komitmen mereka.

Kedua, ketika seseorang mencintai, maka dia akan
mengutamakan yang dicintainya, seorang istri akan
mengutamakan suami dalam keluarga, dan seorang suami
tentu saja akan mengutamakan istri dalam hal
perlindungan dan nafkahnya. Mereka akan sama-sama
saling mengutamakan, tidak ada yang merasa superior.

Ketiga, ketika mereka saling mencintai maka
sedetikpun mereka tidak akan mau berpisah, lubuk
hatinya selalu saling terpaut. Meskipun secara fisik
berjauhan, hati mereka seolah selalu tersambung. Ada
do’a istrinya agar suami selamat dalam perjalanan
dan memperoleh sukses dalam pekerjaan. Ada tengadah
jemari istri kepada Allahi supaya suami selalu dalam
perlindunganNya, tidak tergelincir. Juga ada ingatan
suami yang sedang membanting tulang meraup nafkah
halal kepada istri tercinta, sedang apakah gerangan
Istrinya, lebih semangatlah ia.

Saudaraku, ketika segala sesuatunya berjalan begitu
rumit dalam sebuah rumah tangga, saat-saat cinta
tidak lagi menggunung dan menghilang seiring
persoalan yang datang silih berganti. Perkenankan
saya mengingatkan lagi sebuah hadist nabi. Ada
baiknya para istri dan suami menyelami bulir-bulir
nasehat berharga dari Nabi Muhammad. Salah satu
wasiat Rasulullah yang diucapkannya pada saat-saat
terakhir kehidupannya dalam peristiwa haji wada’ :
"Barang siapa - diantara para suami - bersabar atas
perilaku buruk dari istrinya, maka Allah akan
memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada
Ayyub atas kesabarannya menanggung penderitaan. Dan
barang siapa -diantara para istri- bersabar atas
perilaku buruk suaminya, maka Allah akan memberinya
pahala seperti yang Allah berikan kepada Asiah,
istri fir’aun" (HR Nasa-iy dan Ibnu Majah ).

Kepada saudaraku yang baru saja menggenapkan
setengah dien, Tak ada salahnya juga untuk saudaraku
yang sudah lama mencicipi asam garamnya pernikahan,
Patrikan firman Allah dalam ingatan : "…Mereka
(para istri) adalah pakaian bagi kalian (para suami)
dan kalian adalah pakaian bagi mereka…" (QS.
Al-Baqarah:187)
Torehkan hadist ini dalam benak : "Sesungguhnya
ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan
begitu pula dengan istrinya, maka Allah
memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala
suaminya rengkuh telapak tangan istrinya dengan
mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari
sela jemarinya" (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari
Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Alkhudzri r.a)

Kepada sahabat yang baru saja membingkai sebuah
keluarga, Kepada para pasutri yang usia rumah
tangganya tidak lagi seumur jagung, Ingatlah ketika
suami mengharapkan istri berperilaku seperti
Khadijah istri Nabi, maka suami juga harus meniru
perlakukan Nabi Muhammad kepada para Istrinya.
Begitu juga sebaliknya.

Perempuan yang paling mempesona adalah istri yang
shalehah, istri yang ketika suami memandangnya pasti
menyejukkan mata, ketika suaminya menuntunnya kepada
kebaikan maka dengan sepenuh hati dia akan
mentaatinya, jua tatkala suami pergi maka dia akan
amanah menjaga harta dan kehormatannya. Istri yang
tidak silau dengan gemerlap dunia melainkan istri
yang selalu bergegas merengkuh setiap kemilau ridha
suami. Lelaki yang berpredikat lelaki terbaik adalah
suami yang memuliakan istrinya. Suami yang selalu
dan selalu mengukirkan senyuman di wajah istrinya.

Buccu’….luv u

Ideal or not…. Up to you….

January 28th, 2006 by a-satari

Sejak semula, keluarga dari si gadis tidak menyetujui hubungannya dengan sang pemuda. Mereka mengajukan alasan mengenai latar belakang keluarga, bahwa jika si gadis memaksa terus bersama dengan sang pemuda, dia akan menderita seumur hidupnya….. Karena tekanan dari keluarganya, si gadis jadi sering bertengkar dengan pacarnya. Gadis itu benar2 mencintainya, dan dia terus-menerus bertanya, "Seberapa besar kamu mencintaiku?" Sang pemuda tdk begitu pandai berbicara, dia selalu membuat si gadis marah.Dan komentar-komentar dari orangtuanya membuatnya bertambah kesal. Sang pemuda selalu menjadi sasaran pelampiasan kemarahannya. Dan sang pemuda selalu membiarkannya melampiaskan kemarahannya kepadanya…. Setelah beberapa saat, sang pemuda lulus dari perguruan tinggi. Ia bermaksud meneruskan kuliahnya ke luar negeri, tapi sebelum dia pergi, dia melamar gadisnya, "Saya tidak tahu bagaimana mengucapkan kata2 manis, tapi saya tahu bahwa saya mencintaimu. Jika kamu setuju, saya ingin menjagamu seumur hidupmu. Mengenai keluargamu, saya akan berusaha keras untuk meyakinkan mereka agar menyetujui hubungan kita. Maukah kamu menikah denganku?" Si gadis setuju, dan keluarganya setelah melihat usaha dari sang pemuda, akhirnya merestui hubungan mereka. Sebelum pemuda itu berangkat, mereka bertungan terlebih dahulu. Si gadis tetap tinggal di kampung halaman dan bekerja, sementara sang pemuda meneruskan kuliahnya di LN….. Mereka melanjutkan hubungan mereka melalui surat dan telepon. Kadang-kadang timbul kesulitan, tapi mereka tidak menyerah terhadap keadaan. Suatu hari, dalam perjalanan ke tempat perhentian bis sepulang dari kerja, si gadis tertabrak mobil hingga tak sadarkan diri. Ketika siuman, dia melihat kedua orangtuanya dan menyadari betapa beruntungnya dia dapat selamat. Melihat air mata orangtuanya, dia berusaha untuk menghibur mereka. Tetapi dia menemukan… bahwa dia tidak dapat berbicara sama sekali. Dia bisu….. Menurut dokter kecelakaan tersebut telah mencederai otaknya, dan itu menyebabkannya bisu seumur hidupnya. Mendengar orangtuanya membujuknya, tapi tidak dapat menjawab sepatah kata pun, gadis tersebut pingsan… Sepanjang hari hanya dapat menangis dan membisu… Ketika akhirnya dia boleh pulang dari RS, dia mendapati rumahnya masih seperti sedia kala. Hanya jika telepon berdering, dia menjadi pilu. Dering telepon telah menjadi mimpi terburuknya. Dia tidak dapat memberitakan kabar buruk tersebut kepada pacarnya dan menjadi bebannya. Dia menulis sepucuk surat untuknya, memberitahukan bahwa dia tdk mau lagi menunggunya. Hubungan antara mereka sudah putus, bahkan dia mengembalikan cincin pertunangan mereka. Mendapat surat dan telepon dari si pemuda, dia hanya bisa menitikkan air mata… Ayahnya tidak tahan melihat penderitaannya, dan memutuskan untuk pindah. Berharap bahwa dia dapat melupakan segalanya dan menjadi lebih bahagia… Pindah ke tempat baru, si gadis mulai belajar bahasa isyarat. Dia berusaha melupakan sang pemuda… Suatu hari sahabatnya memberitahukan bahwa pemuda itu telah kembali dan mencarinya ke mana-mana. Dia meminta sahabatnya untuk tidak memberitahukan di mana dia berada dan menyuruh pemuda tsb. untuk melupakannya…. Lebih dari setahun, tidak terdengar lagi kabar pemuda itu sampai akhirnya sahabat si gadis menyampaikan bahwa sang pemuda akan menikah dan menyerahkan surat undangan. Dia membuka surat undangan itu dengan hati pedih, dan menemukan namanya tercantum dlm undangan. Sebelum dia sempat bertanya kepada sahabatnya, tiba-tiba sang pemuda muncul di hadapannya. Dengan bahasa isyarat yang kaku, ia menyampaikan bahwa…. Aku telah menghabiskan waktu lebih dari setahun untuk mempelajari bahasa isyarat, agar dapat memberitahukan kepadamu bahwa aku belum melupakan janji kita, berikan aku kesempatan, biarkan aku menjadi suaramu. "I L O V E Y O U" .Melihat bahasa isyarat tersebut, dan cincin pertunangannya…. Si gadis akhirnya tersenyum. Perlakukan setiap cinta seakan cinta terakhirmu… dan baru kamu akan melajar cara memberi….. Perlakukan setiap hari seakan hari terakhirmu….. dan baru kamu akan belajar cara menghargai…… Jangan pernah menyerah.

Seandainya hidup bisa seideal dan semudah ini………

January 20th, 2006 by a-satari

tidak terasa sudah 6 bulan lebih diibukota Negara
duh……….rindunya ma kehidupanku yang sederhana diujung timur indonesia
dengan cuaca dingin menusuk tulang setiap saat,kabut yang munculnya tidak tentu waktu,ma hujan rintik-rintik yang setiap hari ,
disini suntuk banget….
ramenya minta ampun,belum lagi panasnya….ampun ma saya
dimana-mana macet….
kapan yach bisa balik lagi kesana………maunya sich kesana bukan buat kerja…
tapi betul-betul menikmati suasana yang ada…..
kalo buat kerja sama saja boong……..

Ayo semangat-semangat,
dimanapun tempatnya sama saja…..
berikan yang terbaik untuk Dia….
karena kamu yakin Dia memang terbaik untukmu…